"Nanti juga bisalah kumpul lagi kayak dulu"
adalah kebohongan paling jahat yang pernah kita tahu.
Lucu saja rasanya ketika orang bilang bahwa akan bersahabat selamanya.
Selamanya itu lama sekali, benar-benar lama lho.
Begitu juga gw, seorang tak banyak memiliki teman dekat,
Gw bahkan lebih takut memilih teman ketimbang pacar.
Lucu saja saat orang bilang akan bertemu lagi,
bilang dari “bareng2 terus yaa”
lalu “yang penting masih bisa atur jadwal kumpul lah”
Udah gitu “yang penting masih bisa ketemu sesekali lah”
Sampe akhirnya,
“mereka apa kabar yaa”
“Udah lama nggak ketemu”
“kangen jg pengen ketemu”
orang-orang datang dan pergi begitu saja,
selagi masih bisa kumpul usahain kumpul nikmatin kebersamaan selagi masih ada
Pernah sekali seorang bertanya,
“kamu punya teman dekat?”
“ya, ada beberapa” jawabku
“masih ketemuan?”
“sudah agak jarang.. masing-masing terlampau sibuk sendiri”
“apakah mereka istimewa bagimu?’
Belum sempat dijawab dia melanjutkan
“ingat, pada akhirnya yang istimewa akan digantikan dengan yang selalu ada”
lalu ia pergi menjauh sambil tertawa.
Memang benar katanya,
Dulu kalau mau kumpul tinggal kumpul,
lama-lama diajakin via grup chat yang respon makin dikit,
makin dikit, makin dikit
dan
Ada satu titik dimana kita seolah ngeliat kebelakang,
lalu sadar kalau temen-temen yang dulu barengan satu per satu pada hilang.
“Nanti juga bisalah kumpul lagi kayak dulu”
adalah kebohongan terjahat yang pernah kita beritahu.
Hal pertama yang kamu sadari ketika kamu bangun adalah semuanya hilang,
Semua hal baik dan menyenangkan itu, apakah akan menghilang?
YA! Tentu saja.
Jangan remehin secuil rasa kangen.
Tapi sayangnya, kangen itu datangnya gak barengan,
Pas kita kangen, mereka yg dikangenin gak lagi kangen, dan gitu sebaliknya.
Kalau ada yang ngajak kumpul, usahain kumpul walaupun lagi gak kangen-kangen amat atau malah emang lagi males.
Siapa yang tahu itu saat terakhir mereka?
atau bahkan kamu..
Dari yang mau nyapa tinggal nyapa,
sampe kalau mau chat/nelfon mesti nanya dulu sibuk apa enggak.
Dari yang asal main tag foto-foto aib
sampe yg mau ikut komen aja ragu, gara-gara banyak komen dari temen-temen barunya.
Dari yang kalau mau chat nggak perlu ada topik aja bisa seru,
sampe yang mau mulai chat sm temen lama aja harus nunggu ada perlu/topiknya.
Dari yg udah nggak tau malu minjem duit
sampe yg segen sekedar mau nanya kabar.
Akhirnya?
Cuma berani scrolling news feed temen-temen lama.
Gw turut berbahagia kalau kalian semua baik-baik saja
meskipun sampai masing-masing udah sibuk sendiri.
Kalau udah kayak gini, ya nggak bisa nyalahin siapa-siapa,
emang masanya udah habis, dan cuma bisa bilang,
"sukses lah bro, sampai jumpa nanti diatas”
Gw begitu mengingat curhatan teman-teman gw,
Seorang kawan sedang bercerita tentang perasaannya.
Dimana dia memiliki kekasih yang meninggalkannya entah apa alasannya.
Harusnya dia lebih jeli menilai dan melihat,
apakah benar ada cinta atau hanya ketertarikan dan obsesi sesaat diantara mereka.
Namun, ya sudahlah sebagai teman gw cuma bisa mendengar dan memberi tanggapan.
Malam pun berlanjut, ditemani cahaya bintang dan hembusan angin gw coba untuk membuka pikirannya.
Gw bertanya sama dia,
"lu gak capek kayak gini, mengharapkan sesuatu yang gak pasti?"
Dia cuma jawab dengan sedikit senyuman,
"Lelah?. Jujur, iya. Tapi setiap aku ingin pergi, hati meminta untuk berjuang lagi dan logikaku seakan berkata masa cuma segini? Jadi, aku memutuskan untuk kembali".
Sambil tersenyum ia berkata,
"Mencari teman hidup itu bukan perihal tampang, harta, apalagi gelar, tapi tentang seseorang yang mau duduk bersamamu sampai rambut memutih dan raga tak mampu lagi berbuat banyak."
Gw rasa dia benar, banyak dari kita terdistorsi dengan tampang dan gaya,
lupa bahwa sebenarnya berkomitmen itu tentang berkomunikasi.
Gw selalu percaya, cinta adalah reaksi kimia, gabungan feromon, endorfin dan serotonin.
Setelah beberapa tahun, zat-zat tersebut akan hilang dari pasangan.
Iya, cinta bisa menghilang.
Lalu kenapa kakek-nenek kita bisa bertahan hidup berdua sampai mereka meninggal?
Karena saat cinta menghilang,
mereka punya sesuatu yang disebut kasih sayang, keterbiasaan, empati dan tentu saja, komunikasi.
Jadi sejak saat seseorang berkata,
"ingat, pada akhirnya yang istimewa akan digantikan dengan yang selalu ada”
Gw berpikir sejenak mulai mengambil handphone dan mengetik chat,
“gw gak tahu mulainya gimana,
tapi gw akan begitu bersyukur kepada Tuhan karna Ia telah memberikan gw kesempatan untuk pernah bertemu dan mengenal kalian,
Terima kasih kalian udah nemanin gw melakukan hal-hal konyol dan begitu menyenangkan dan selalu ada untuk gw, terima kasih"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar