Senin, 25 Juni 2018

Pria Yang Tak Pernah Bercerita (Uncut Version)

Tulisan ini adalah tulisan asli dari Didi yang dia tulis ketika ingin menuangkan perasaan dan emosinya melalui sebuah tulisan.
Tulisan tentang Pria Yang Tak Pernah Bercerita dengan gaya tulisan gw dapat dibaca disini.

sedangkan ini adalah tulisan asli dari Didi dengan gaya bercerita dan cara menulisnya sendiri.

Enjoy.





-CERITA-

Aaa.... hai :D
Me : Apa kabarnya..pasti baik (sok tau)
You : RINGEM..
Pasti itu yg kamu ucapkan biasanya, karena sifat sok tau aku ya..
Hahaa...
Aku ingin curhat sedikit, mungkin cerita.

Aku menceritakannya lewat kata” agar suatu hari nanti aku bisa baca lagi dan menertawakan diriku sendiri yg bodoh ini...:)


Awal kisah terjadi dikontrakan,rumah kedua aku dan teman-temanku. dimana aku ingin mengantar speaker sore itu, aku bertemu seorang wanita berambut panjang berpipi tembam dan cantik sedang duduk melihat bukunya. aku kaget ketika aku masuk dia langsung menoleh (pandangan pertama aciee >,<).

Yah aku sontak langsung menyapanya “hai”,tapi diabaikan..sialan ni orang
Jadi aku langsung menaruh speaker tersebut dan pergi tapi tetap mengatakan pulang dulu (dan masih diabaikan juga).
Singkat cerita aku mulai menyukainya ketika melihat dia tertawa,dia seperti membuatku terpesona.
Suatu hari teman kontrakan dia menginap di rumah temannya, dan dia ditinggal sendirian. mlm itu pun tiba” dia DM aku, aku lupa Dm apa tapi disitu kami memulai sebuah perbincangan yg menurutku itu seru dan dari situ aku benar” mnyukainya, sampai satu ketika aku mengatakan aku mengagumimu.

Dari situ aku mulai mendekatinya dan senang meski hanya melihat dia saja.
Sampai suatu hari dia berlibur di kota asalnya, aku tidak chat sama sekali sama dia, yah bodohnya aku menginginkn seseorang tapi mengabaikan hal itu.
Sampai disatu titik ada seorang yg mendekatinya lewat chat dan itu temanku (aku belum mengetahuinya waktu itu).

Dan setelah dia balik aku merasa hal aneh terjadi, dia mulai menjauh dan tidak seperti biasa.
Dan aku sadar ternyata dia dekat dengan teman ku dan yg menyakitkan itu aku tau sebelum orang lain tau,hanya melihat gerak gerik. Saat itu aku berfikir aku akan menjauh karena dia terlihat bahagia, dan aku yg bodoh tidak bisa berbuat apa” hanya mundur secara perlahan.

Sampai disatu titik dimana aku hampir berhasil melupakannya dia kembali.
Dia mencurahkan perasaannya kenapa aku mundur waktu itu kenapa aku berubah saat itu. “karena aku bodoh,hanya bisa menyerah”
Dengan sok kuatnya aku mengatakan, “manusia itu punya dua pilihan”
Ketika kamu sudah memilih maka akan ada dua pilihan baru yg harus kamu pilih..
Jadi aku mengatakan padanya pilih dia dan kamu harus mencoba. Dia mengiakan pilihan itu.
Selang beberapa waktu ternyata dia tidak merasakan apapun dari si dia temanku.
Dan disitu aku merasa aku memiliki dua pilihan,dan dengan egoisnya aku memilih untuk mengambil kesempatan ke2 itu.

Kenapa aku bilang egois ?
Pertama umur kami beda jauh,k2 aku belum sukses apapun masih berada dibawah.
Ketiga aku menyuruhnya berusaha mencoba dngan temanku,dan keempat aku tidak memikirkan perasaannya.
Yah itulah yg membuatku terlihat egois..

Disitu aku mulai berpikir aku tidak ingin menyianyiakan kesempatan k2 yg aku pilih ini,jadi aku mulai berusaha dari apa yg tidak pernah ku mulai tanpa dia ketahui dan org lain tau.
Setelah kejadian dimana dia memilihku kami memulainya dengan rasa nyaman.
Sampai disatu titik,tiba2 dia mengatakan dia tidak mau aku menunggu terlalu lama,dia tidak mau melewatkan cita-cita dan masa depannya dan aku masih menunggu.

Aku sedih dia mempermasalhkan umur yg hanya sebuah angka, dan itu membuatku sedih karena kenapa baru sekarang dia membahasnya,kenapa menyalahkn usia ketika umur manusia tidak ada yg tau kapan berakhir. 

Yah aku tau aku mngkin terlalu tua untuknya nanti, tapi apa yg salah ? semua orang juga bakal tua kok hanya bagaimana mreka menyingkapinya, aku sedih aku kesal aku egois aku tidak ingin dia pergi begitu saja..
Tapi aku sadar, iyah aku takut membuatmu sedih suatu hari nanti dan membuatmu kecewa akan kekuranganku ini.

Tidak banyak cerita tentang kami hanya sedikit kenangan, tapi itu membuatku berarti dan membuatku belajar akan banyak hal yg tidak pernah kudapatkan selama ini.
Dimana aku mendapatkan rasa nyaman meski hanya dengan berdekatan.
Dimana aku belajar mengontrol rasa cemburuku saat dia didekati siapapun.
Dimana aku dapat menikmati sebuah perdebatan dan saling gas satu sama lain.
Dan
Diamana aku dapat rasa sakit saat aku disakiti dan aku masih menyayanginya.
Karena rasa percaya yg kumiliki..
Tapi semua akan berakhir meski aku tidak ingin terjadi!

Ya aku egois..aku tidak mau begitu saja hilang,aku tau ini semua salahku
Aku yg memulai memulai aku yg mengambil keputusan ketika aku diberi kesempatan k2 dan dengan egois aku mengambilnya dengan resiko yg sudah kuketahui.
Aku tau perbedaan umur,aku tidak mmpermasalahkannya tapi ternyata itu jadi masalah serius untuknya.

Aku terlalu tua untuknya mngkin itu membuat dia sedih.
Hidup manusia dihitung dari pengalaman dan kenangan.
Tpi aku jahat tidak memikirkan perasaannya.
Sudah lama aku memikirkannya dan 2hr yg lalu aku merenungkan lagi dan aku belajar lagi.

Aku mencintainya bukan berarti aku harus memilikinya, karena mencintai seseorang tujuannya untuk membuat dan melihatnya bahagia.
Dia harus bahagia tapi bukan dari aku dan aku harus mencintai dia untuk bahagia meski tidak dapat memilikinnya.
Karena mungkin jika dia bersamaku aku takut dia selalu memikirkannya dan sedih.
Disitu aku berfikir..

Apakah aku mencintainya?
Apakah aku menyayanginya?
YAH,AKU MENCINTAINYA!
YAH, AKU MENYAYANGINYA!

Maka aku harus membiarkannya dengan yg lebih baik dari aku karena aku mencintainnya...
Dilubuk hatiku masih ada dirimu yg tidak akan kuhapus sampai kamu menjadi milik org lain.
Huft...sedih yah,tpi itulah hidup, ada cobaan...
Meski sejujurnya aku masih ingin bersamamu.
Tapi apa yg kita inginkan kadang tidak bisa dimiliki
Apa yg kita rencanakan tidak semua sesuai kedepannya
Peraturan dibuat untuk dilanggar,tapi aku akan melanggarnya kalau itu tentangmu.
Dan jika suatu hari aku menyesal..aku akan baik” saja karena aku tidak ingin jadi bebanmu.
Aku tetap akan mengagumimu dalam diam (My secret admirer)

Aku rindu saat didekatmu.
Aku rindu saat kamu tertawa.
Aku rindu saat kamu bersandar kepadaku
Aku rindu semua tentangmu!
Aku benci harus melupakanmu!
Aku benci harus menjauhimu!
Aku benci harus menjauh hanya karena masalah ini!

“aku memang sudah seharusnya sadar diri.
Siapa aku sampai mengharapkan yg tak bisa kuraih?”
.......tapi mengapa rasanya belum cukup?

Iyah,tidak apa” jika kamu meninggalkanku suatu hari nanti,tpi aku tidak mau sekarang.
Aku masih ingin membuat kenangan dan ingin kita bersama sekarang.
Aku egois karena aku belum siap, karena suatu hari nanti ketika kita benar” berpisah,kita mungkin sudah menjadi yg lebih baik lagi dan sudah menjadi org yg lebih dewasa lagi.
Dan mungkin jarak yg jauh membantu kita saling melupakan..

Sekarang aku mencoba perlahan berjuang untuk diriku sendiri di kedepannya nanti.
Untuk bahagia melihat kamu pergi nanti dan juga untuk melihat kamu bahagia nanti setelah kita berpisah jauh...
Dan suatu hari ketika kita bertemu lagi mugkin kita akan jadi dua org yg benar” asing,saling menceritakan cerita kita..hahaa

Apakah akan ada kesempatan k3~ ?

END~

*bagian dari teks ini dihilangkan*

15 juni 2018

















Thank You


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar