Tulisan tentang Pria Yang Tak Pernah Bercerita dengan gaya tulisan gw dapat dibaca disini.
sedangkan ini adalah tulisan asli dari Didi dengan gaya bercerita dan cara menulisnya sendiri.
Enjoy.
-CERITA-
Aaa.... hai :D
Me : Apa
kabarnya..pasti baik (sok tau)
You : RINGEM..
Pasti itu yg kamu
ucapkan biasanya, karena sifat sok tau aku ya..
Hahaa...
Aku ingin curhat
sedikit, mungkin cerita.
Aku menceritakannya
lewat kata” agar suatu hari nanti aku bisa baca lagi dan menertawakan diriku
sendiri yg bodoh ini...:)
Awal kisah terjadi
dikontrakan,rumah kedua aku dan teman-temanku. dimana aku ingin mengantar
speaker sore itu, aku bertemu seorang wanita berambut panjang berpipi tembam
dan cantik sedang duduk melihat bukunya. aku kaget ketika aku masuk dia
langsung menoleh (pandangan pertama aciee >,<).
Yah aku sontak langsung menyapanya “hai”,tapi
diabaikan..sialan ni orang
Jadi aku langsung
menaruh speaker tersebut dan pergi tapi tetap mengatakan pulang dulu (dan masih
diabaikan juga).
Singkat cerita aku
mulai menyukainya ketika melihat dia tertawa,dia seperti membuatku terpesona.
Suatu hari teman
kontrakan dia menginap di rumah temannya, dan dia ditinggal sendirian. mlm itu
pun tiba” dia DM aku, aku lupa Dm apa tapi disitu kami memulai sebuah
perbincangan yg menurutku itu seru dan dari situ aku benar” mnyukainya, sampai
satu ketika aku mengatakan aku mengagumimu.
Dari situ aku mulai
mendekatinya dan senang meski hanya melihat dia saja.
Sampai suatu hari dia
berlibur di kota asalnya, aku tidak chat sama sekali sama dia, yah bodohnya aku
menginginkn seseorang tapi mengabaikan hal itu.
Sampai disatu titik
ada seorang yg mendekatinya lewat chat dan itu temanku (aku belum mengetahuinya
waktu itu).
Dan setelah dia
balik aku merasa hal aneh terjadi, dia mulai menjauh dan tidak seperti biasa.
Dan aku sadar
ternyata dia dekat dengan teman ku dan yg menyakitkan itu aku tau sebelum orang
lain tau,hanya melihat gerak gerik. Saat itu aku berfikir aku akan menjauh
karena dia terlihat bahagia, dan aku yg bodoh tidak bisa berbuat apa” hanya
mundur secara perlahan.
Sampai disatu titik
dimana aku hampir berhasil melupakannya dia kembali.
Dia mencurahkan
perasaannya kenapa aku mundur waktu itu kenapa aku berubah saat itu. “karena
aku bodoh,hanya bisa menyerah”
Dengan sok kuatnya
aku mengatakan, “manusia itu punya dua pilihan”
Ketika kamu sudah
memilih maka akan ada dua pilihan baru yg harus kamu pilih..
Jadi aku mengatakan
padanya pilih dia dan kamu harus mencoba. Dia mengiakan pilihan itu.
Selang beberapa
waktu ternyata dia tidak merasakan apapun dari si dia temanku.
Dan disitu aku
merasa aku memiliki dua pilihan,dan dengan egoisnya aku memilih untuk mengambil
kesempatan ke2 itu.
Kenapa aku bilang
egois ?
Pertama umur kami
beda jauh,k2 aku belum sukses apapun masih berada dibawah.
Ketiga aku
menyuruhnya berusaha mencoba dngan temanku,dan keempat aku tidak memikirkan
perasaannya.
Yah itulah yg
membuatku terlihat egois..
Disitu aku mulai
berpikir aku tidak ingin menyianyiakan kesempatan k2 yg aku pilih ini,jadi aku
mulai berusaha dari apa yg tidak pernah ku mulai tanpa dia ketahui dan org lain
tau.
Setelah kejadian
dimana dia memilihku kami memulainya dengan rasa nyaman.
Sampai disatu
titik,tiba2 dia mengatakan dia tidak mau aku menunggu terlalu lama,dia tidak
mau melewatkan cita-cita dan masa depannya dan aku masih menunggu.
Aku sedih dia
mempermasalhkan umur yg hanya sebuah angka, dan itu membuatku sedih karena
kenapa baru sekarang dia membahasnya,kenapa menyalahkn usia ketika umur manusia
tidak ada yg tau kapan berakhir.
Yah aku tau aku
mngkin terlalu tua untuknya nanti, tapi apa yg salah ? semua orang juga bakal
tua kok hanya bagaimana mreka menyingkapinya, aku sedih aku kesal aku egois aku
tidak ingin dia pergi begitu saja..
Tapi aku sadar,
iyah aku takut membuatmu sedih suatu hari nanti dan membuatmu kecewa akan
kekuranganku ini.
Tidak banyak cerita
tentang kami hanya sedikit kenangan, tapi itu membuatku berarti dan membuatku
belajar akan banyak hal yg tidak pernah kudapatkan selama ini.
Dimana aku
mendapatkan rasa nyaman meski hanya dengan berdekatan.
Dimana aku belajar
mengontrol rasa cemburuku saat dia didekati siapapun.
Dimana aku dapat
menikmati sebuah perdebatan dan saling gas satu sama lain.
Dan
Diamana aku dapat
rasa sakit saat aku disakiti dan aku masih menyayanginya.
Karena rasa percaya
yg kumiliki..
Tapi semua akan
berakhir meski aku tidak ingin terjadi!
Ya aku egois..aku
tidak mau begitu saja hilang,aku tau ini semua salahku
Aku yg memulai
memulai aku yg mengambil keputusan ketika aku diberi kesempatan k2 dan dengan
egois aku mengambilnya dengan resiko yg sudah kuketahui.
Aku tau perbedaan
umur,aku tidak mmpermasalahkannya tapi ternyata itu jadi masalah serius
untuknya.
Aku terlalu tua
untuknya mngkin itu membuat dia sedih.
Hidup manusia
dihitung dari pengalaman dan kenangan.
Tpi aku jahat tidak
memikirkan perasaannya.
Sudah lama aku
memikirkannya dan 2hr yg lalu aku merenungkan lagi dan aku belajar lagi.
Aku mencintainya
bukan berarti aku harus memilikinya, karena mencintai seseorang tujuannya untuk
membuat dan melihatnya bahagia.
Dia harus bahagia
tapi bukan dari aku dan aku harus mencintai dia untuk bahagia meski tidak dapat
memilikinnya.
Karena mungkin jika
dia bersamaku aku takut dia selalu memikirkannya dan sedih.
Disitu aku
berfikir..
Apakah aku
mencintainya?
Apakah aku
menyayanginya?
YAH,AKU
MENCINTAINYA!
YAH, AKU
MENYAYANGINYA!
Maka aku harus
membiarkannya dengan yg lebih baik dari aku karena aku mencintainnya...
Dilubuk hatiku
masih ada dirimu yg tidak akan kuhapus sampai kamu menjadi milik org lain.
Huft...sedih
yah,tpi itulah hidup, ada cobaan...
Meski sejujurnya
aku masih ingin bersamamu.
Tapi apa yg kita
inginkan kadang tidak bisa dimiliki
Apa yg kita
rencanakan tidak semua sesuai kedepannya
Peraturan dibuat
untuk dilanggar,tapi aku akan melanggarnya kalau itu tentangmu.
Dan jika suatu hari
aku menyesal..aku akan baik” saja karena aku tidak ingin jadi bebanmu.
Aku tetap akan
mengagumimu dalam diam (My secret admirer)
Aku rindu saat
didekatmu.
Aku rindu saat kamu
tertawa.
Aku rindu saat kamu
bersandar kepadaku
Aku rindu semua
tentangmu!
Aku benci harus
melupakanmu!
Aku benci harus
menjauhimu!
Aku benci harus
menjauh hanya karena masalah ini!
“aku memang sudah
seharusnya sadar diri.
Siapa aku sampai
mengharapkan yg tak bisa kuraih?”
.......tapi mengapa
rasanya belum cukup?
Iyah,tidak apa”
jika kamu meninggalkanku suatu hari nanti,tpi aku tidak mau sekarang.
Aku masih ingin
membuat kenangan dan ingin kita bersama sekarang.
Aku egois karena
aku belum siap, karena suatu hari nanti ketika kita benar” berpisah,kita
mungkin sudah menjadi yg lebih baik lagi dan sudah menjadi org yg lebih dewasa
lagi.
Dan mungkin jarak
yg jauh membantu kita saling melupakan..
Sekarang aku
mencoba perlahan berjuang untuk diriku sendiri di kedepannya nanti.
Untuk bahagia
melihat kamu pergi nanti dan juga untuk melihat kamu bahagia nanti setelah kita
berpisah jauh...
Dan suatu hari
ketika kita bertemu lagi mugkin kita akan jadi dua org yg benar” asing,saling
menceritakan cerita kita..hahaa
Apakah akan ada
kesempatan k3~ ?
END~
*bagian dari teks ini dihilangkan*
15 juni 2018
Thank You
Tidak ada komentar:
Posting Komentar