I don't know dude,
Emotionally and physically
She's all i ever want.
Pernah gak lu berada di titik itu?
Di titik dimana, lu gak bisa gantiin dia siapapun itu mau perempuan mau pria, siapapun itu!
Lu merasa sangat tidak bisa menggantikan diri "dia" untuk lu secara rohani maupun jasmani.
seperti cuma "dia" yang diri lu mau untuk sekarang, nanti, dan selamanya (padahal selamanya itu... lama sekali lho!) atau kita ganti aja dengan "dan seterusnya."
lu merasa sangat tidak bisa move on dari "dia" padahal "dia" ini adalah orang yang menghancurkan hati lu, menghancurkan emosi lu, dan membuat lu kehilangan gairah, kehilangan rasa,
"dia" yang lu sangat tidak bisa lu gantikan ini, udah merusak lu.
lu rusak banget sampai-sampai lu tidak lagi bisa mencintai orang yang harusnya lu cintai.
lu rusak banget sampai-sampai lu tidak lagi bisa mencintai orang yang mencintai lu.
dan lu masih mau bertahan dengan "dia" yang sangat merusak lu?
semua orang pasti punya sosok "dia".
gw juga punya, gw pernah berada di titik memiliki "dia",
orang yang gw pikir tidak akan pernah bisa digantikan dengan orang lain.
Hubungan gw sama "dia" pasang-surut, tarik-ulur.
tidak pernah ada kepastian dan tidak pernah ada keyakinan
Selama kurang lebih 3 tahun,
3 tahun gw merasakan cuma "dia" yang gw mau untuk jasmani dan rohani gw.
gak ada orang lain selain "dia" dan cuma "dia" yang gw ingin miliki sepenuhnya untuk diri gw.
seakan-akan dunia isinya cuma dia.
apapun yang terjadi,
gw pasti balik sama lu.
apapun yang terjadi,
gw akan tetap mau sama lu
apapun yang terjadi,
gw tetap sayang sama lu
itu semua adalah hal yang gw rasakan seutuhnya, sepenuhnya, dan sebenar-benarnya.
di titik itu, cuma "dia" yang gw mau.
di titik itu, cuma "dia" yang gw sayang.
tidak ada kegombalan atau omong kosong.
tidak ada dusta atau kepura-puraan.
di titik itu, di saat itu.
gw benar-benar merasa gw tidak akan bisa mencintai orang lain lagi selain "dia"
rusak kan? perasaan lu, emosi lu, gairah lu.
rusak karena "dia", "dia" yang lu pikir bisa sama-sama lu.
miskonsepsi, yang merusak itu memang dia, tapi yang salah adalah diri lu sendiri.
lu mengizinkan orang lain untuk masuk mengambil alih dari apa yang harusnya bisa lu kendalikan.
jadi yang salah lu meskipun yang merusak adalah "dia"
Singkat cerita, beberapa bulan setelah ketidakpastian selama 3 tahun mengombang-ambing gw sama "dia"
gw bertemu orang lain yang tidak pernah gw sangat akan gw sayangi..
we found love in a hopeless place itu benar adanya.
Percaya atau tidak, hal yang sama terulang.
orang ini bisa menjadi orang yang gw sayang setelah selama 3 tahun gw berpikir cuma "dia" sebagai destinasi terakhir gw.
orang ini berubah jadi "dia".
orang ini berubah menjadi orang yang gw pikir tidak bisa gw gantikan lagi untuk gw secara jasmani dan rohani.
semua hal terulang lagi. sama persis.
terombang-ambing, pasang-surut, dan tarik-ulur terjadi diantara gw dan orang ini.
orang ini berhasil membuat gw percaya akan rasa sayang lagi dan hasilnya?
gw memberi dia kendali atas apa yang harusnya gw kendalikan.
gw kembali terjebak dengan,
apapun yang terjadi,
gw pasti balik sama lu.
apapun yang terjadi,
gw akan tetap mau sama lu
apapun yang terjadi,
gw tetap sayang sama lu
di saat itu, di titik itu,
hal-hal diatas adalah sepenuhnya murni apa yang gw rasakan kembali
tidak ada kebohongan, tidak ada kegombalan, tidak ada kepura-puraan, dan tidak ada dusta.
yang ada hanya ketulusan berpikir kalau orang ini adalah destinasi gw.
meskipun tidak selama 3 tahun.
mungkin hampir 1 tahun atau 1 tahun lebih?
gw merasa hal itu, orang ini adalah "dia" yang baru.
orang ini tidak bisa gw gantikan secara jasmani dan rohani untuk gw.
dan itu terjadi selama 1 tahun lebih, harusnya.
gw rasa kalian juga punya "dia" ini orang yang kalian rasa tidak akan pernah bisa kalian gantikan.
yaa.. di titik itu kalian benar, di momen itu kalian benar.
mereka, para "dia" ini yang hadir di hidup kalian, memang tidak akan pernah bisa kalian gantikan.
mereka pasti akan meninggalkan jejak "akan selalu ada dia di hati gw" itu benar adanya dan kalian tidak perlu takut atau malu mengakuinya.
karena memang di saat itu, di titik itu, di momen itu.
Cuma "dia" yang kalian mau.
yang lucu adalah "dia" yang kalian percaya tidak bisa digantikan ini, pada akhirnya bisa digantikan, pada akhirnya bisa hilang dan berubah menjadi orang lain.
sama seperti yang gw rasakan.
seakan-akan dunia isi-nya cuma "dia"
padahal "dia" ini akan ada banyak bermunculan di hidup gw,
di hidup kalian, atau bahkan di hidup "dia" sendiri.
hal ini membuat gw tersadar yang kita punya adalah "sekarang, saat ini" bukan masa depan.
gw dan kalian boleh saja berpikir bahwa "dia" adalah orang yang tidak bisa lagi kita gantikan, karena memang "dia" yang kita mau.
tapi sadarkah,
"dia" ini tidak akan bisa kita gantikan posisinya untuk sekarang, untuk saat ini.
tapi bukan untuk nanti.
karena di awal tadi gw bilang.
seperti cuma "dia" yang diri lu mau untuk sekarang, nanti, dan selamanya
seperti, seakan-akan cuma "dia" yang lu mau untuk sekarang, nanti, dan selamanya.
sekarang dan saat ini cuma "dia" yang lu mau dan itu tidak masalah.
ingat-ingat kembali sudah berapa banyak "dia" yang ada di hidup lu.
baru satu? "dia" yang lain akan datang kembali.
NIKMATILAH!
untuk saat ini atau untuk sekarang.
cuma "dia" yang lu mau!
Nikmatilah rasa sayang itu, rasa sedih itu, rasa tidak ingin melepas itu.
Nikmatilah rasa-rasa itu sekarang!
karena besok-besok, karena nanti,
dan karena untuk selamanya kedepan.
tidak akan ada yang pernah tahu apa yang terjadi.
bisa saja,
lu akan bertemu banyak "dia" yang tidak bisa lu gantikan secara jasmani dan rohani
atau
lu akan bertemu dia yang memang dibuat untuk menemani lu di hidup ini.
ketidaktahuan dan rasa penasaran
ketidakpastian dan masa depan
saat ini dan sekarang
adalah
hadiah sederhana
yang semesta berikan pada kita.
dan hadiah dari ku,
adalah memberi tahu tentang hal ini padamu,
jadi,
Nikmatilah sepenuhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar